Start here

Cinta Dua Budaya

Pagi yang memancarkan keindahan dan semangat yang dirasakan Hana gadis cantik yang pada saat itu baru tamat SMA yang akan mengikuti tes masuk ke perguruan tinggi. Hati dan jiwa yang semangat dipancarkan dalam mempersiapkan kebutuhan untuk menghadapi ujian. “udah siap kamu Hana?”, Juna menuju pintu kamar Hana. “Bentar lagi kak” sembari memasang sepatu flat warna kuning kesayangannya. Juna adalah kakak Hana yang no 2, dia bekerja di salah satu toko makanan cepat saji di kota mereka. Sebelum berangkat Hana tidak lupa untuk sarapan dengan sepotong roti dan segelas susu coklat kesukaannya. Setelah sarapan Hana pun berangkat minta izin dan doa kepada kedua orang tuanya agar diberi kelancaran dalam ujian nanti. “apakah kau sudah siap?” kata seorang bapak yang sedang membersihkan halaman belakang rumah, bapak itu adalah ayah kandung Hana. “Insya Allah yah,” sambil menciumi tangan ayah dan ibu yang juga berada disana. Ayah Hana adalah seorang pegawai negeri yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sudah 20 tahun beliau berprofesi sebagai guru. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang keseharian melayani dan merawat suami dan anak-anaknya. Kakak sulung Hana bekerja sebagai TKI di negara ginseng Korea. Dia bekerja disebuah perusahaan yang menangani bidang Informasi Teknologi (IT). Dia adalah salah satu mahasiswa yang berprestasi, diterima disana karena memiliki kemampuan di bidang teknologi yang telah terlihat semenjak SMK dulu. Hana dan kakaknya Juna tiba di lokasi pelaksanaan tes penerimaan mahasiswa baru. Dengan hati yang tidak tenang Hana pun keluar dari mobil sampai lupa pamit sama kakaknya. Hana kembali untuk pamit kepada Juna yang memandangi Hana dengan wajah heran.”calm down Hana,kamu harus hati-hati menjawab pertanyaan nanti!, siap kak laksanakan” jawab Hana dengan tergesa-gesa. Hana memasuki lokasi dengan wajah yang menggambarkan kalau kali pertama dia memasuki lokasi tersebut. Dia melihat suatu tempat yang banyak dikerumuni orang-orang yang mungkin sama dengan Hana yang akan mengikuti tes. Sesampai ditempat tersebut ternyata yang dikerumuni orang itu denah ruangan pelaksanaan ujian. Hana mengambil pilihan jurusan Informatika Komputer dan plihan keduanya Pendidikan Bahasa Inggris.
Setelah melihat denah tersebut, Hana pun menuju ruangan tes dan langsung masuk ke ruangan yang didalamnya hanya ada seorang cowok berpenampilan modis, kulit putih bersih dan wajahnya blasteran yang lagi fokus membaca buku. Hana mencari nomor tempat duduknya dan ternyata bersebelahan dengan cowok blasteran itu. Hana duduk dan cowok itu memandanginya sambil senyum tipis, Hana pun membalas hal yang sama. “Dari penampilannya, ini cowok pendiam deh” gumam Hana. Waktu menunjukan pukul 8.00 Wib, semua peserta memasuki ruangan yang disertai pengawas dua orang. Suasana ujian tenang, peserta sangat fokus menjawab pertanyaan tak terkecuali Hana. Satu jam kemudian Hana pun selesai ujian langsung keluar ruangan. Sambil berjalan dia memandangi si cowok yang disampingnya dengan sok kenal pun Hana berkata “kamu dah selesai belum?” cowok tersebut hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Hana semakin penasaran dengan cowok ini, dia pun berlalu sambil memikirkan cowok itu sampai-sampai dia tidak tau kalau ada cewek yang memanggilnya yang keluar dari ruangan yang sama dengan Hana. Sambil berkata “hai, ngambil jurusan apa?”sambil menepuk punggung Hana. Dengan kaget Hana menjawab “aku ngambil Informatika Komputer dan Bahasa Inggris, kamu?” jawaban Hana yang langsung ditanggapi “sama,aku juga!” jawab cewek itu. Mereka pun kenalan dan ternyata namanya Nari. Nggak lama mereka ngobrol, Juna tiba di gerbang menjemput Hana. Dia pun pamit ke Nari menuju mobil. Dua minggu setelah tes dilaksanakan keluarlah hasil peserta yang diterima di Perguruan Tinggi yang dipilih. Hasilnya tersebut dapat dilihat di Internet ataupun juga media cetak. Semalam sebelum hari H pengumuman, Hana tidak bisa tidur menunggu hasil tersebut. Paginya dengan penasaran Hana menyuruh kakaknya untuk melihat hasil tersebut melalui I-Pad kesayangannya yang dibelikan Hamid kakak Hana yang bekerja di Korea. Dengan ekspresi dingin, Juna bilang ke Hana “kamu diterima dek” sambil memeluk adiknya. “Ciyus kak, miapah?’ jawab Hana. Dia langsung mengambil I-Pad di tangan Juna dan melihat kembali daftar peserta yang tertera apakah dia benar-benar diterima dan Hana pun juga melihat nama Nari yang juga diterima. Sebulan kemudian Hana masuk kuliah sebelum itu dia telah melaksanakan Ospek (Orientasi Pengenalan Kampus). Penasaran semasa tes Hana terulang kembali memikirkan cowok blasteran. Apalagi si cowok tersebut tidak mengikuti Ospek, itu membuat Hana tambah penasaran.”si blasteran lulus tes ga ya?” tanya Hana pada diri sendiri.
Hari petama Hana kuliah dia mencari Nari teman sesama tes masuk Perguruan Tinggi. Dia BBM (BlackBerry Messanger) menanyakan Nari lagi dimana, Nari langsung membalas dengan mengatakan kalau dirinya lagi di perpustakaan. Hana langsung menuju tempat dimana Nari berada. Sesampai di perpus, Hana melihat seseorang yang sepertinya dia kenal. Seorang cowok yang posisinya membelakangi Hana, dengan penasaran dia menghampiri si cowok tersebut. Sebelum sampai dimana posisi cowok itu, Nari memanggil Hana. “Hana aku disini” Nari memanggil sambil melambaikan tangan ke arah dimana Hana berada. Dengan wajah masih penasaran Hana menghampiri Nari. Nari adalah kutu buku berbanding terbalik dengan Hana yang lebih suka browsing dan chatting. I- Pad nya tidak pernah dia tinggal kemana pun dia pergi. Hana izin ke Nari untuk ke Toilet tapi dia malah menuju posisi dimana si cowok yang dia lihat tadi. Ternyata cowok tersebut masih disana Hana tanpa ragu langsung menghampiri dan duduk di depan cowok tersebut dimana didepan meja si cowok tersebut terdapat sebuah kursi yang masih kosong. Ternyata dugaan Hana benar, doi adalah cowok blasteran yang sama- sama tes dulu. Dengan tanpa basa basi Hana langsung menanyakan “hai, kamu masih ingat aku nggak?, kamu kenapa tidak ikut Ospek?, aku kira kamu nggak diterima di kampus ini!” Hana bertanya sambil memandangi cowok tersebut. Cowok tersebut memandangi Hana, “ kamu bertanya sama siapa,aku?” dengan polos cowok tersebut menjawab. Pertanyaan yang membuat kepala Hana panas “trus aku mau nanya siapa lagi selain kamu?” jawab Hana ketus. Cowok itu hanya tersenyum memperlihatkan keindahan bibirnya yang merah, tipis, dan seksi. Melihat tanggapan tersebut Hana tambah geram dan langsung pergi dengan menendang kaki kursi yang didudukinya “cowok angkuh, sombong, sok keren lagi, nyesel banget gue nanya!” gumam Hana menuju tempat Nari yang ditinggalkannya demi cowok yang membuat dia marah tersebut.
Keesokan harinya Hana melihat cowok blateran itu didepan gerbang kampus. Cowok itu bersama temannya. “Ternyata dia punya teman juga”, Hana berlalu masih sambil bicara sendiri tentang cowok itu. “hai,cewek” Hana dikagetin dengan suara yang sangat dekat dengannya. Ternyata cowok keren itu yang memanggilnya. Hana berlalu tanpa mengacuhkan panggilan itu. Cowok itu pun menghentikan langkah Hana dengan berdiri di depannya. “kamu mau apa?” tanya Hana. “Maafin aku ya kejadian kemaren, nggak seharusnya aku memperlakukan kamu seperti itu” sambil menunduk cowok itu minta maaf kepada Hana. Saat itu lari adalah jalan satu-satunya dilakukan Hana untuk menghindar dari cowok yang lumayan ganteng bak seorang anak boys band. Akhirnya Hana pun tau nama cowok blasteran itu. Aiden Lee itu namanya (Lee adalah salah satu nama marga orang Korea), cowok blasteran Indonesia-Korea. Ibunya asli Indonesia dan bapak asal Korea. Cowok semata wayang yang mandiri. Aiden di Indonesia seorang diri, keluarganya di Korea. Karena kecintaannya terhadap negara ibunya, berpisah dengan keluarganya untuk kuliah di Indonesia. Itu informasi yang didapatkan Hana dari teman Aiden. Dalam hati Hana ingin lebih jauh mengenal Aiden. Pada hari itu adalah hari pertama Hana mengikuti ujian tengah semester. Tidak terasa sudah dua bulan lebih Hana kuliah. Dia lulus di Pendidikan Bahasa Inggris dan Aiden lulus dibagian Informatika komputer. Mereka beda kelas dan jarang bertemu. Selesai ujian Hana mencari Aiden ditempat yang biasa Aiden kunjungi yaitu perpustakaan. Sesampainya Hana disana, Aiden menghadiahkan senyuman yang selama ini dirindukan Hana. Kegemaran Aiden membaca, lambat laun Hana pun juga ikut menyukai karena keseringan datang ke perpustakaan. Kegiatan yang selama ini jarang dilakukan demi bertemu seorang Aiden “nggak apalah, demi bertemu Aiden” katanya dalam hati. Tanpa diduga ternyata Hana ada perasaan terhadap Aiden begitupun sebaliknya. Apapun kegiatan Aiden dia ingin juga melakukannya, Aiden gemar membaca, nyanyi, main alat musik dll. Memang dia mahasiswa yang multitalenta. Selain pintar dalam belajar dia juga dapat melakukan yang belum tentu orang lain bisa. Satu hal terpenting yang tidak Hana ketahui adalah orang tua Aiden adalah donatur di kampus mereka. Ayah Aiden seorang pengusaha sukses di Korea, salah satu perusahaan dibidang teknologi. Aiden tidak ingin semua orang tahu statusnya yang berlatar belakang anak konglongmerat.
Cara Aiden untuk dapat menutupi perasaannya kepada Hana dengan selalu mencari alasan ketika Hana mengajaknya pergi. Hana pantang menyerah dan yang terlintas dibrnaknya untuk bisa bertemu terus sama Aiden, dia pindah jurusan dari Bahasa Inggris ke Aplikasi Komputer yang sedang dipelajari oleh Aiden saat itu. Dengan kerja keras Hana untuk membujuk keluarganya supaya di izinkan untuk pindah jurusan. Sebenarnya Hana tidak suka jurusan Aplikasi Komputer. Dengan alasan seorang cowok pun Hana bersikeras untuk bisa menyukainya. Hana pun sekelas dengan Aiden, orang yang selama ini ada dipikiran dan hatinya. Mendengar keputusan ini sebenarnya Aiden senang tapi didepan Hana tetap bersikap dingin dan cuek. Hana pantang menyerah untuk bisa dekat dengan Aiden. Berbagai cara dilakukan walaupun yang dilakukannya bukan yang disukai. Aiden sangat terkenal di kampus selain kepintarannya, dia fasih dalam pengucapan bahasa Indonesia walaupun masih ada kedengaran logat Korea nya. Dia juga cowok yang di idolakan banyak cewek apalagi keturunan Korea, tinggi, putih, hidung mancung dan rambut yang sering digonta-ganti warnanya. Sekarang lagi demam-demamnya Kpop (Korean Pop). Cewek cewek kampus pun memanggil Aiden dengan sebutan Oppa (kakak dalam bahasa Korea). Hana sangat cemburu sekali dengan ulah mereka. Dalam hati Aiden hanya ada Hana seorang cewek yang pertama kali dia jumpai di kampus dan yang membuat dia kepincut. Tapi dengan kepintaran Aiden, perasaannya pun dapat disembunyikannya tanpa ada kecurigaan oleh Hana. Sore itu Aiden dan teman-temannya bermain basket dilapangan, Hana tidak luput pandangannya dari Aiden dan dia teringat suatu tweet di twitter yang di follow nya bilang “ Hal yang paling menyakitkan dalam cinta saat aku terlalu peduli padanya sedangkan dia terlalu mengabaikanku”(@tulisanpendek} sepenggal kalimat yang menggambarkan bagaimana perasaan Hana yang mendalam terhadap Aiden.
Hari pun berlalu, kejadian yang tak terduga sebelumnya Hana mendengar kabar kalau Aiden mendadak akan pindah ke Korea. Kabar yang menyebutkan kalau Aiden diminta oleh orang tuanya untuk memimpin perusahaan yang sedang dikelolah ayahnya sekarang ini. Mendengarkan penjelasan dari Nari tersebut sontak Hana kaget dan langsung lari mencari Aiden. Sesampainya ditempat dimana Aiden berada, Hana langsung menanyakan perihal tersebut. Aiden membenarkan pertanyaan Hana, air mata pun tak bisa dibendung Hana yang tanpa disadarinya mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam kepada Aiden. Air mata mengalir di pipi mulus Hana sambil berkata “ kamu tau kan selama ini apa yang aku lakukan untuk mendapatkan perhatian mu?, mengabaikan ku tak masalah asalkan jangan meninggalkan ku, tolong jangan pergi.” Hana memohon sambil memegang tangan Aiden. Sebenarnya dalam hati Aiden tidak rela pergi meninggalkan kampus terutama cewek yang sedang menangis didepannya itu. “aku harus pergi Hana, ayahku meminta ku untuk kembali” jawab Aiden sambil menatap dalam Hana. Disana Aiden tidak dapat menutupi perasaannya lagi dan langsung memeluk Hana erat dan menyatakan kalau dia juga tidak ingin meninggalkan Hana.
Waktu berlalu sudah satu minggu sejak kepergian Aiden ke Korea. Hari-hari Hana hanya murung dan pergi ke tempat yang sering dikunjungi Aiden. Dia teringat “aku akan kembali untukmu,” kata-kata Aiden untuk dirinya yang telah mengutarakan perasaan yang sama kepada Hana. Hana baru tahu kalau Aiden adalah anak orang kaya dari Nari. Dalam pikiran dia sangat ingin pergi menyusul Aiden di Korea. Sontak dia teringat Hamid, kakak sulungnya yang bekerja disana. Sampai Hana dirumah, dia langsung menelpon Hamid dan menanyakan alamat tinggal Aiden di Korea. Sambil memegang hp dan mencari kertas yang dikasih Aiden sebelum pergi yang berisikan alamat lengkap dimana Aiden tinggal. Kakaknya pun menjawab kalau alamat tersebut tidak jauh dari kontrakannya. Hana pun senang dan tidak menjelaskan apa tujuannya ke Korea hanya mengatakan kepada Hamid untuk pergi liburan kesana. Selama ini Hamid memang telah menyuruh Hana untuk kesana karena dia kangen sama adik bungsunya itu. Kesempatan pun tidak disia-siakan Hana. Seminggu setelah itu, Hana mengikuti ujian semester. Tekad telah bulat untuk liburan ke Korea. Hari yang ditungu-tunggu pun tiba dimana hari keberangkatan Hana ke Korea. Pagi-pagi sekali Hana bangun dan siap menuju bandara. Sebenarnya ibu Hana tidak mengizinkan dia pergi sendiri. Tapi melihat semangat anaknnya terpaksa mengizinkan. Kira-kira 5-6 jam waktu yang diperlukan Hana untuk sampai di Korea. Dalam hati Hana “Aiden, I am coming.”
Sampailah Hana di Korea yang telah ditunggu kakaknya di Bandara Incheon, salah satu bandara termegah di Asia. Sesampai Hana di kontrakan kakaknya, bukan keadaan Hamid yang ditanya malah menanyakan alamat dimana kekasih hatinya tinggal. Karena kedatangan Hana, Hamid mengambil cuti dua hari. “kamu istirahat dulu nanti kakak antar kesana. Memangnya alamat siapa sih yang kamu cari?” Hamid penasaran karena adiknya begitu semangat. Hana hanya senyum kecil aja sambil “ada deh, rahasia” jawab Hana. Sore hari setelah kedatangan Hana, Hamid pun menepati janji untuk mengantar Hana ke tempat dimana Aiden tinggal. Sesampai dilokasi yang dituju Hana melihat rumah Aiden bak istana, bertingkat dengan halaman yang luas. “wah rumahnya bagus sekali ya kak?” mengelengkan kepala takjup sambil menoleh Hamid yang baru pertama kali juga menginjakan kakinya disana. Sosok pujaan hati yang telah ditanyakan ke orang yang berada di rumah bak istana itu pun ternyata tidak berada dirumah. Hana pun pulang dengan pikiran campur aduk “kemana ya Aiden, apakah dia masih ingat sama aku, jangan-jangan dia telah memiliki cewek baru lagi!” kalimat yang terlintas dipikiran Hana. Hamid pun mengajak Hana keliling kota “Gwangju” salah satu kota maju di Korea, untuk menghibur hati adiknya yang belum sempat bertemu Aiden. Hamid telah 4 tahun bekerja disana. Setelah dua hari keberadaan Hana di Korea, kakaknya pun mulai bekerja lagi. Hana penasaran dimana tempat kakaknya bekerja dan ingin ikut mengantar karena dari kontrakan dengan berjalan kaki hanya dibutuhkan 10 menit untuk sampai ditempat Hamid bekerja
Sampai lah mereka di depan gerbang sebuah perusahaan yang dibilang cukup mewah arsitektur bangunannya. “Langsung pulang ya?” kata Hamid sambil memegang kepala Hana. “ya,kak aku juga takut ntar nyasar lagi kalau tidak langsung pulang,” sambil menciumi tangan kakaknya. Beberapa detik kemudian, sebuah mobil BMW berwarna hitam metalic melaju didepan mereka. “itu direktur perusahaan muda dan lajang, dia keturunan Indonesia yang sebelumnya pernah kuliah di Indonesia beberapa bulan yang lalu” kata Hamid sambil melihat ke mobil itu. “oh ya?” jawab Hana dengan wajah curiga. Direktur itu turun dari mobil memakai setelan yang memang wajar dipanggil direktur, memakai jas hitam, tatanan rambut yang rapi, tinggi dan memiliki badan yang kekar. Hana melihat dari kejauhan dengan pelan dia bilang ke kakaknya “aku kenal orang itu kak, dia orang yang ku maksud itu!” sambil memegang pundak kakaknya. “ Aiden tunggu,” Hana teriak memanggil Aiden sontak semua mata tertuju ke Hana pada saat itu. Orang yang dimaksud Hana menoleh dan melihat kalau cewek tersebut Hana cewek yang mengejar cintanya sewaktu kuliah dulu. Hana pun berlari ke arah Aiden, tanpa ragu-ragu Hana langsung memeluk Aiden “aku kangen sama kamu jadi aku kesini” sambil memeluk Aiden. “Aku juga kangen kamu Hana, kamu bisa melepas pelukan mu tidak, orang-orang pada lihat” bisik Aiden. Hana melepas pelukannya. Hamid dengan wajah keheranan melihat sikap adiknya itu yang berani memeluk bosnya. Ternyata orang yang dicari adiknya itu adalah pemilik perusahaan dimana dia bekerja.
Aiden dan Hana menuju sebuah kafe di perusahaan. “aku kesini nyari kamu karena kakakku kerja disini aku gunain kesempatan untuk mencari mu. Ternyata bos kakakku, kamu!” sambil memegang erat tangan kekasih hatinya itu. “gimana kuliah kamu, lancar?,” tanya Aiden. Hana hanya mengangguk dan langsung menanyakan kapan Aiden ke Indonesia dan bagaimana hubungan mereka selanjutnya. “Aku akan menunggu sampai kuliah mu selesai, nanti aku jemput dan bawa kamu kesini” kata kata yang membuat Hana terhanyut di buatnya sampai pulang ke Indonesia pun kata kata itu masih terngiang di telinganya. ‘Oke semuanya akan indah pada waktunya,” bisikan hati Hana yang memancarkan wajah pengharapan yang sangat terhadap kekasih hatinya itu. “Betapa beruntungnya aku memiliki dia,” sambil memandangi foto Aiden dengannya yang sempat diabadikan sebelum pulang ke Indonesia. Hubungan jarak jauh yang mereka jalani yang pasti penuh tantangan yang berat. Aiden tidak ingin Hana berhenti kuliah gara-gara ingin bersamanya. Menunggu Hana tamat, berjanji untuk menjemput dan menyatukan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius lagi, itulah yang Aiden janjikan pada Hana.
Indonesia-SouthKorea

Namsan Seoul Tower

Namsan Seoul Tower

Seoul is the capital of Republic of Korea. There has a tower that can be the icon of Seoul. It is Namsan Seoul Tower. The name of tower was given “Namsan” because it located in Namsan Hill. Namsan Seoul Tower is once the tallest tower in Asia. It is many unique places when go to Namsan Tower. There has Rotate Restaurant, Teddy Bears Museum, Love Lock and Observation Balcony.
Rotate Restaurant is the unique place in Seoul Tower. It will rotate about 48/120 minutes. Visitors use this restaurant for dating while enjoy the view of Seoul. Surrounded by the mirror, it makes the restaurant more unique among others. On the restaurant also has a wall that use for write name and sign of visitors or couples who come to restaurant
Teddy Bears Museum is the only one museum that has in Seoul Tower. Visitors can enjoy to see Teddy Bears that wear the traditional clothes of Republic of Korea. Museum of Teddy Bears has lively illustrations of Korean Culture. All of characters on museum are Teddy Bears.
Love lock is famous place for couples who come to tower. Both lovers express their love through messages written on the pedlocks. Then they throw the key away. Pedlocks contain the name and promise that they will never separate. Love locks put in hedge of tower that make the hedge almost break down. Love lock is favorite place for couples.
There has Observation Balcony that located at the top of tower. At night, the tower shows the attraction kind of lights. It can see the most important places in the city of Seoul with digital telescope. We have to take a high-speed llift if go to this place. There also have an explanation of the history of Seoul.
Seoul Tower is the favorite place if come to Republic of Korea. Beside of many unique places there, this place is the icon of Seoul City. Visitors can see the view of Seoul. Many couples go to tower for dating while enjoy the beautiful view. There are also a rotate restaurant for eating, love lock is for promise of love, it also has Teddy Bear Museum and Observation Balcony that can see the important places in the city of Seoul. If you go to Republic of Korea do not forget to visit Seoul.

“HONEYMOON” ISLAND

Gambar

 

One of my favorite countries is South Korea. So I want to tell you about that. In South Korea has many islands and one of them is Jeju Island. Jeju island is the famous tourism island in Korea. It also known as “Honeymoon” island in Korea. Jeju is the largest and the most famous island among other islands in Korea. Even Korean people and traveler always use jeju for honeymoon and holiday. There are three things that make Jeju island is awesome: Jeju island has a beautiful view,strategic location and Korean traditional foods.
Jeju island has beautiful view,green hills and colorful flowers that on the edge of a winding road. It also has beautiful flowers garden and botanical garden. Sakura and cherry blossom make the scenery is more beautiful. Jeju has beaches with waterfall. The sea often used for diving and snorkeling because there are many garnish of sea and people usually look for octopus,shells,squid and seaweed. One of some waterfall leads to sea and the natural areas make this place is very romantic. Beaches of Jeju have colorful jackstone. Everyday people always go surfing in the beach. Not only that,the traditional house of Korea also makes this island more beautiful and natural. Because of a beautiful view,many young people plan to get married in Jeju island. Jeju island can be one of the most beautiful islands in the world.
Jeju island surrounded by the beautiful sea and amazing scenery. It has a strategic location and as an ideal tourist city. Jeju island has an international airport and seaport that are much visited tourist ships. More land in the form of rocks and soil. However, the South Korean government to do things making it a wonderful tourist destination.

In Jeju island, there are many traditional foods such as; “Kimchi, Ramyeon, and Jeonbokjuk, or abalone porridge”. One of the famous foods is Abalone porridge. Jeju people love to eat fresh foods such as raw fish, because they worked as a fisherman so many food ingredients are mostly the result of the sea. Talk about Kimchi that made of vegetables and Ramyeon looks like the noodles.
Not only talk about Jeju island,but also about the actress and actor Korea. Now in Indonesia,the teenagers is Kpop fever. Not only about their drama,but also Boyband and Girlband. Why they like them is,they are handsome and beautiful. They have many skills,like as; singing,acting and dancing. They are professional and support each other in their career. Every their performance,they look fashionable. Because of them, not only the teenagers in Indonesia but also in the world really want to visit South Korea,of course Jeju island too for their holiday.
Honestly, this is my dream country. When I was in junior high school, I have dreamt to stay in Seoul. So that, my dream now is I can continue to post graduate in one of Universities in South Korea. That is not easy to create it,but when I still have strong motivation,that`s not impossible. I hope my dream will come true. Amin.

aksi LIMA MIRA menolak kenaikan BBM 29/03/12

aksi LIMA MIRA menolak kenaikan BBM 29/03/12

leeteuk,my angel

leeteuk,my angel

New Themes: Standard and Chalk

keinginan yang tertunda

menginginkan sesuatu membuat ambisi untuk mewujudkannya,intinya dengan usaha yang kuat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.